CCTV pada dasarnya tidak akan berfungsi saat mati lampu jika tidak memiliki sumber listrik cadangan. Kamera, DVR/NVR, router, dan perangkat pendukung lainnya membutuhkan listrik agar dapat bekerja. Ketika listrik utama padam, perangkat tersebut akan ikut mati sehingga kamera tidak dapat menampilkan gambar dan DVR/NVR tidak dapat melakukan perekaman. Namun, CCTV tetap dapat bekerja saat mati lampu jika menggunakan sumber daya cadangan seperti UPS dengan kapasitas yang sesuai.
Kenapa CCTV Tidak Berfungsi Saat Mati Lampu?
CCTV merupakan sistem yang terdiri dari beberapa perangkat dan hampir semuanya membutuhkan sumber listrik. Kamera membutuhkan daya untuk menangkap gambar, sedangkan DVR atau NVR membutuhkan daya untuk menerima, memproses, dan menyimpan rekaman.
Ketika listrik mati, suplai listrik ke perangkat tersebut terputus. Kamera kemudian berhenti mengirimkan gambar dan DVR/NVR berhenti melakukan perekaman.
Pada CCTV analog, power supply biasanya digunakan untuk memberikan listrik ke kamera. DVR mendapatkan listrik dari adaptor atau kabel power tersendiri.
Sementara pada CCTV IP, kamera bisa mendapatkan daya melalui adaptor maupun PoE. Jika perangkat PoE seperti PoE switch ikut mati, kamera juga akan kehilangan daya dan koneksi jaringan.
Masalah juga bisa terjadi pada router. Jika router mati ketika listrik padam, koneksi internet ke sistem CCTV ikut terputus. Akibatnya, CCTV tidak dapat dipantau melalui HP meskipun sebagian perangkat CCTV masih menyala.
Jadi, mati lampu dapat memengaruhi CCTV melalui dua hal, yaitu terputusnya sumber listrik dan terputusnya koneksi jaringan.
Bagaimana CCTV Bisa Tidak Berfungsi Saat Mati Lampu?
Saat listrik utama padam, perangkat CCTV akan kehilangan suplai listrik. Jika tidak ada baterai atau sumber daya cadangan, kamera akan langsung berhenti bekerja.
DVR/NVR juga akan mati sehingga tidak dapat menyimpan rekaman. Monitor yang digunakan untuk melihat CCTV secara langsung juga akan mati jika masih menggunakan listrik dari sumber utama.
Untuk CCTV yang menggunakan internet, router atau modem juga perlu diperhatikan. Router yang mati berarti koneksi internet ikut terputus.
Inilah alasan mengapa memasang UPS hanya pada satu perangkat belum tentu membuat seluruh sistem CCTV tetap berjalan.
Sebagai contoh, DVR sudah menggunakan UPS tetapi router tidak menggunakan UPS. DVR mungkin masih menyala dan tetap merekam, tetapi CCTV belum tentu dapat dipantau melalui HP karena router kehilangan daya dan koneksi internet terputus.
Jika ingin CCTV tetap dapat digunakan secara optimal ketika listrik padam, perangkat utama yang dibutuhkan perlu mendapatkan sumber daya cadangan yang sesuai.
Solusi untuk CCTV Saat Mati Lampu
Salah satu solusi yang umum digunakan adalah UPS atau Uninterruptible Power Supply.
UPS berfungsi sebagai sumber listrik cadangan ketika listrik utama terputus. Di dalam UPS terdapat baterai yang akan menyuplai listrik ke perangkat selama kapasitas baterainya masih tersedia.
UPS dapat digunakan untuk perangkat CCTV seperti DVR/NVR, router, switch, monitor, atau perangkat lainnya. Perangkat mana saja yang perlu disambungkan ke UPS bergantung pada kebutuhan sistem.
Ketika listrik normal, UPS akan menerima listrik dari sumber utama sekaligus mengisi baterainya. Ketika listrik tiba-tiba mati, UPS akan mengambil alih suplai listrik sehingga perangkat yang terhubung tidak langsung mati.
Dengan begitu, CCTV masih dapat bekerja selama daya cadangan UPS masih mencukupi.
UPS Harus Disesuaikan dengan Beban Listrik CCTV
Pemilihan UPS tidak bisa hanya berdasarkan ukuran atau harga. Kapasitas UPS perlu disesuaikan dengan total beban listrik perangkat CCTV dan berapa lama sistem ingin tetap menyala ketika listrik mati.
Misalnya, DVR/NVR membutuhkan 30 watt, router 10 watt, switch 20 watt, dan perangkat lainnya membutuhkan 20 watt. Total kebutuhan sistem sekitar 80 watt.
Jika listrik mati, UPS harus mampu memberikan daya untuk beban tersebut. Semakin besar total beban, semakin cepat baterai UPS akan habis.
Sebaliknya, jika beban listrik lebih kecil, UPS dengan kapasitas baterai yang sama dapat mempertahankan perangkat lebih lama.
Karena itu, jangan hanya melihat angka VA pada UPS. Perhatikan juga kapasitas baterai, daya output, total beban perangkat, dan estimasi waktu backup yang dibutuhkan.
Berapa Lama CCTV Bisa Menyala Menggunakan UPS?
Lama CCTV dapat menyala ketika listrik mati bergantung pada kapasitas baterai UPS dan total konsumsi daya perangkat.
Sebagai gambaran sederhana, sistem dengan beban listrik yang kecil akan memiliki waktu backup lebih lama dibandingkan sistem dengan banyak perangkat yang membutuhkan daya besar.
Misalnya sebuah sistem hanya membutuhkan sekitar 50 watt, sedangkan sistem lain membutuhkan 150 watt. Dengan UPS dan kapasitas baterai yang sama, sistem 150 watt akan menghabiskan energi baterai lebih cepat.
Karena itu, tidak ada satu angka waktu yang berlaku untuk semua CCTV. Perhitungan harus dilakukan berdasarkan beban aktual dan kapasitas baterai UPS yang digunakan.
Jika kebutuhan Anda adalah CCTV tetap menyala selama beberapa jam ketika mati lampu, kapasitas UPS harus dirancang berdasarkan kebutuhan tersebut. Untuk durasi yang jauh lebih panjang, sistem baterai tambahan atau sumber listrik cadangan lain dapat menjadi pertimbangan.
Bagaimana Tampilan CCTV Setelah Listrik Menyala Kembali?
Ketika listrik kembali normal, perangkat CCTV biasanya akan mendapatkan daya dan melakukan proses booting atau restart secara otomatis.
DVR/NVR akan mulai menyala, kamera kembali mendapatkan daya, dan monitor akan menampilkan sistem CCTV setelah proses booting selesai.
Pada beberapa kamera CCTV, terutama kamera IP atau kamera yang memiliki infrared, lampu indikator atau lampu infrared dapat terlihat berwarna merah ketika kondisi gelap atau ketika kamera sedang mengaktifkan mode night vision.
Jadi, jika setelah listrik menyala kembali terlihat cahaya merah pada bagian kamera, hal tersebut umumnya merupakan infrared LED yang digunakan untuk membantu kamera melihat dalam kondisi minim cahaya.
Lampu merah tersebut bukan berarti kamera sedang mengalami kerusakan. Justru pada banyak kamera, cahaya merah dari infrared merupakan tanda bahwa fitur night vision sedang aktif.
Apakah CCTV Langsung Online ke HP Setelah Listrik Menyala?
Tidak selalu langsung. Setelah listrik kembali, DVR/NVR, kamera, router, dan perangkat jaringan membutuhkan waktu untuk melakukan booting.
Router biasanya harus mendapatkan koneksi internet terlebih dahulu. Setelah itu DVR/NVR kembali terhubung ke jaringan dan layanan yang digunakan untuk akses melalui aplikasi HP.
Karena proses tersebut, status CCTV pada aplikasi mungkin masih menunjukkan offline selama beberapa saat setelah listrik menyala.
Jika seluruh perangkat sudah kembali menyala tetapi CCTV tetap offline dalam waktu yang cukup lama, pemeriksaan dapat dilakukan mulai dari router, kabel LAN, DVR/NVR, hingga koneksi internet.
Apa yang Terjadi Jika Listrik Mati Saat CCTV Sedang Merekam?
Jika CCTV tidak menggunakan UPS, DVR/NVR akan berhenti bekerja ketika listrik terputus. Rekaman yang sedang berlangsung dapat berhenti pada saat listrik mati.
Setelah listrik kembali, DVR/NVR biasanya akan melakukan booting dan melanjutkan proses perekaman secara otomatis apabila sistem telah kembali normal.
Namun, rekaman pada saat listrik mati tentu tidak dapat dibuat karena perangkat tidak mendapatkan daya untuk melakukan perekaman.
Jika CCTV menggunakan UPS yang kapasitasnya cukup, proses perekaman dapat terus berjalan selama perangkat masih mendapatkan suplai dari UPS.
Kesimpulan
CCTV bisa tetap berfungsi saat mati lampu jika sistem memiliki sumber listrik cadangan seperti UPS. Tanpa sumber daya cadangan, kamera, DVR/NVR, router, dan perangkat jaringan lainnya dapat ikut mati ketika listrik utama terputus.
Jika menggunakan UPS, kapasitasnya perlu disesuaikan dengan total daya perangkat CCTV dan berapa lama sistem ingin tetap menyala. Semakin besar beban perangkat, semakin cepat kapasitas baterai UPS berkurang.
Selain itu, jika CCTV ingin tetap dapat dipantau melalui HP saat listrik padam, bukan hanya DVR/NVR yang perlu diperhatikan. Router dan perangkat jaringan yang digunakan untuk koneksi internet juga perlu mendapatkan suplai listrik cadangan.
Jika Anda sedang merencanakan instalasi CCTV dan ingin sistem tetap bekerja dengan baik saat terjadi mati lampu, perencanaan sumber daya, posisi perangkat, jaringan, dan kapasitas UPS sebaiknya disesuaikan sejak awal instalasi.
Untuk kebutuhan jasa pasang CCTV Jakarta Timur, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai jumlah kamera, jenis CCTV, kebutuhan penyimpanan, koneksi internet, hingga penggunaan UPS. Dengan perencanaan yang tepat, sistem CCTV dapat disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kebutuhan pengguna.
