Apakah DVR Bisa Pakai SSD

Apakah DVR Bisa Pakai SSD? Ini Penjelasannya

Ya, DVR bisa menggunakan SSD selama SSD tersebut kompatibel dengan perangkat yang digunakan. SSD dapat menjadi media penyimpanan untuk merekam video CCTV seperti halnya HDD. Namun, SSD biasanya bukan pilihan utama untuk DVR karena harga per kapasitasnya cenderung lebih tinggi, sementara kebutuhan CCTV lebih banyak membutuhkan ruang penyimpanan yang besar untuk rekaman.

Untuk penggunaan CCTV sehari-hari, HDD surveillance masih menjadi pilihan yang lebih umum karena memang lebih masuk akal dari sisi kapasitas dan biaya penyimpanan.

Kenapa HDD Lebih Cocok untuk DVR?

DVR memiliki tugas utama menerima rekaman dari kamera dan menyimpannya ke media penyimpanan. Rekaman tersebut bisa berlangsung terus-menerus selama 24 jam, tergantung pengaturan sistem CCTV.

Berbeda dengan komputer yang menggunakan storage untuk menjalankan sistem operasi, membuka aplikasi, menyimpan berbagai jenis file, dan melakukan banyak aktivitas secara bersamaan, DVR lebih berfokus pada proses perekaman video.

Karena itu, DVR tidak selalu membutuhkan kecepatan SSD yang sangat tinggi. Kapasitas penyimpanan dan kemampuan bekerja dalam sistem surveillance justru menjadi pertimbangan yang lebih penting.

SSD Bisa Digunakan, Tetapi Harganya Lebih Mahal

SSD memang memiliki keunggulan dari sisi kecepatan. Proses membaca dan menulis data dapat dilakukan dengan sangat cepat karena SSD tidak menggunakan piringan yang berputar seperti HDD.

Masalahnya, kebutuhan DVR bukan sekadar mencari storage yang cepat. CCTV membutuhkan kapasitas yang cukup untuk menyimpan rekaman selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

Ketika kapasitas yang dibutuhkan semakin besar, menggunakan SSD dapat membuat biaya penyimpanan menjadi lebih tinggi. Untuk kebutuhan CCTV biasa, biaya tersebut belum tentu memberikan manfaat yang sebanding.

CCTV Lebih Membutuhkan Kapasitas Penyimpanan

Bayangkan sebuah DVR digunakan untuk menyimpan rekaman dari beberapa kamera selama 24 jam. Setiap kamera terus menghasilkan data video yang harus disimpan ke dalam storage.

Semakin banyak kamera, semakin tinggi resolusi kamera, dan semakin tinggi bitrate yang digunakan, semakin besar pula kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan.

Karena itu, untuk CCTV, memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup sering kali lebih penting daripada memiliki storage dengan kecepatan yang sangat tinggi.

HDD Surveillance Memang Dibuat untuk CCTV

HDD surveillance dirancang untuk menghadapi pola kerja sistem keamanan yang membutuhkan perekaman secara terus-menerus.

DVR dapat melakukan proses tulis data secara berkelanjutan selama kamera aktif. HDD surveillance dibuat dengan mempertimbangkan penggunaan seperti ini sehingga lebih sesuai untuk sistem CCTV dibandingkan HDD komputer biasa.

Itulah salah satu alasan mengapa storage khusus surveillance banyak digunakan pada DVR dan NVR.

Apakah SSD Membuat Rekaman CCTV Lebih Bagus?

Tidak. Menggunakan SSD tidak membuat kualitas gambar kamera menjadi lebih tinggi.

Kualitas rekaman lebih dipengaruhi oleh kamera, resolusi, sensor, lensa, pencahayaan, bitrate, frame rate, dan pengaturan video.

SSD atau HDD hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil rekaman tersebut. Jadi, mengganti HDD dengan SSD tidak akan membuat kamera 2MP menghasilkan gambar seperti kamera 8MP.

SSD Punya Kelebihan, Tetapi Belum Tentu Dibutuhkan

SSD memiliki beberapa keunggulan, salah satunya tidak menggunakan komponen mekanis yang bergerak. Hal tersebut membuat SSD memiliki waktu akses yang cepat dan tidak memiliki piringan yang berputar seperti HDD.

Namun, keunggulan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan DVR. Jika perangkat hanya digunakan untuk menyimpan rekaman CCTV secara terus-menerus, kecepatan ekstra SSD belum tentu diperlukan.

Jadi, bukan berarti SSD tidak bagus untuk CCTV. SSD bisa digunakan, hanya saja kebutuhan dan anggarannya perlu dipertimbangkan.

Tidak Semua SSD dan HDD Cocok untuk Semua DVR

Sebelum membeli storage, sebaiknya periksa terlebih dahulu spesifikasi DVR atau NVR yang digunakan.

Perhatikan jenis koneksi storage, kapasitas maksimum yang didukung, jumlah storage yang dapat dipasang, dan rekomendasi dari produsen perangkat.

Jangan sampai membeli HDD atau SSD dengan kapasitas besar tetapi ternyata tidak didukung oleh DVR yang digunakan.

Apa yang Terjadi Jika HDD CCTV Penuh?

Ketika HDD sudah penuh, DVR biasanya menggunakan fitur overwrite. Sistem akan menimpa rekaman yang paling lama dengan rekaman baru.

Sebagai contoh, jika kapasitas HDD mampu menyimpan rekaman sekitar 14 hari, maka setelah kapasitas penuh, rekaman hari pertama dapat mulai tertimpa oleh rekaman yang lebih baru.

Dengan sistem ini, DVR tetap dapat melakukan perekaman tanpa harus menghapus rekaman secara manual setiap kali HDD penuh.

Berapa Besar HDD yang Dibutuhkan CCTV?

Kebutuhan kapasitas HDD berbeda-beda pada setiap instalasi CCTV. Tidak ada satu kapasitas yang cocok untuk semua sistem.

Jumlah kamera, resolusi, bitrate, frame rate, codec, serta apakah kamera merekam selama 24 jam atau menggunakan motion detection akan memengaruhi lama penyimpanan.

Sebagai contoh, sistem dengan 4 kamera tentu membutuhkan kapasitas yang berbeda dengan sistem yang menggunakan 8 atau 16 kamera.

Karena itu, kapasitas HDD sebaiknya ditentukan berdasarkan jumlah kamera dan target lama penyimpanan rekaman, bukan hanya berdasarkan harga HDD.

Jadi, Pilih SSD atau HDD untuk DVR?

Kalau kebutuhan utamanya adalah menyimpan rekaman CCTV dalam kapasitas besar, HDD surveillance biasanya lebih masuk akal sebagai pilihan utama.

SSD tetap bisa digunakan apabila DVR mendukungnya dan pengguna memang memiliki kebutuhan atau pertimbangan tertentu untuk menggunakan SSD. Namun, untuk sistem CCTV pada umumnya, tidak harus menggunakan SSD hanya karena SSD lebih cepat.

Yang paling penting adalah memilih media penyimpanan yang kompatibel dengan DVR, memiliki kapasitas yang sesuai, dan memang cocok untuk penggunaan CCTV secara terus-menerus.

Kesimpulan

DVR bisa menggunakan SSD, tetapi HDD surveillance biasanya lebih cocok untuk kebutuhan CCTV. SSD unggul dalam kecepatan dan tidak memiliki komponen mekanis seperti HDD, tetapi DVR lebih membutuhkan media penyimpanan yang mampu menampung rekaman dalam jumlah besar dan bekerja secara terus-menerus.

Karena itu, pemilihan storage sebaiknya disesuaikan dengan jumlah kamera, resolusi, bitrate, serta berapa lama rekaman ingin disimpan. Jangan sampai kapasitas terlalu kecil sehingga rekaman lama cepat tertimpa.

Jika Anda sedang merencanakan pemasangan CCTV atau ingin mengganti HDD DVR, menambah kapasitas penyimpanan, maupun menentukan kapasitas HDD yang sesuai, Artha CCTV dapat membantu menyesuaikannya dengan kebutuhan di lokasi.

Artha CCTV melayani jasa pasang CCTV Jakarta Timur untuk rumah, toko, ruko, kantor, gudang, dan berbagai kebutuhan lainnya. Sebelum pemasangan, kebutuhan kamera, posisi pemasangan, penyimpanan rekaman, hingga perangkat pendukung dapat disesuaikan terlebih dahulu agar sistem CCTV tidak asal pasang dan sesuai dengan kebutuhan lokasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top